Cari Blog Ini

Kunci hidup

Persahabatan yang didasari oleh keikhlasan hati dan kasih sayang, akan melahirkan keabadian dalam kebersamaan

Kunci hidup

Jangan menyerah atas impianmu. Impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan. Semangat

Kunci hidup

Kesalahan hanya membuatmu dewasa. Senyuman mampu meringankan luka. Sahabat akan selalu ada di saat kamu membutuhkannya.

Kunci hidup

Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.

Kunci hidup

Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yg selalu berusaha wujudkan mimpinya

Minggu, 11 Maret 2012

ROK MINI DPR JADI PENGALIHAN TOPIK BAHASAN

JAKARTA - Pembahasan tentang pelarangan pemakaian rok mini dianggap bukan tugas anggota dewan. Jika dibahas berlarut-larut, hal tersebut justru akan terkesan seperti pengalihan isu. Hal itu diutarakan oleh Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Chusnunia.

"Saya tidak sepakat jika perihal rok mini jadi perdebatan atau fokus dewan. Ini urusan remeh temeh. Jangan dijadikan pengalihan isu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (6/3/2012).

Politikus partai yang berbasis Islam ini menganggap bahwa masih banyak tugas anggota dewan seperti yang telah diamanatkan dan harus segera diselesaikan.

"Sebenarnya, memang bukan kerjaan anggota dewan mengurus rok mini. Tiga tugas utama, legislasi, budgeting, dan pengawasan, masih menumpuk untuk diselesaikan," imbuh Chusnunia.

Seperti diketahui, beberapa anggota dewan telah sepakat dengan peraturan pelarangan tentang pemakaian rok mini di lingkungan Kompleks DPR. Langkah ini dilakukan guna mengembalikan kembali citra DPR.

Alasan larangan menggunakan rok mini
Ketua DPR RI, Marzuki Alie, berharap tak ada lagi sampah kondom ditemukan berserakan di lingkungan lembaga yang dipimpinannya seperti sebelumnya.
"Itu yang kita (harapkan) supaya tidak terjadi lagi. Itu yang dulu. Sekarang 'kan nggak," ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
Sebelum menyampaikan harapannya itu, Marzuki memaparkan perlunya aturan tata tertib pelarangan staf dan anggota DPR menggunakan pakaian seksi atau rok mini di lingkungan kerjanya.
Politisi Partai Demokrat itu menyambut baik langkah kesekjenan untuk menerapkan pelarangan pakaian seksi atau rok mini bagi staf dan anggota DPR.
Sepengetahuan Marzuki, tata tertib tentang berpakaian itu direkomendasikan oleh Badan Kehormatan (BK) ke kesekjenan. Satu tujuan di antaranya, yakni memperbaiki citra anggota DPR di mata publik, yang selama ini dikenal hedon hingga terjerat korupsi.
"Badan kehormatan bersama pimpinan (DPR) secara bertahap memperbaiki citra DPR," ujarnya.
Ia berpandangan, bahwa pakaian perempuan yang tidak pantas lah yang membangkitkan hasrat kaum laki-laki untuk melakukan tindakan asusila hingga pemerkosaan seperti kasus-kasus yang terjadi selama ini.
Sepengetahuan Marzuki, selama ini tidak ada anggota DPR yang menggunakan pakaian seksi atau rok mini. Hanya ada beberapa staf anggota DPR yang menggunakan pakaian yang kurang pantas.
"Cuma ada yang sekretarisnya, asistennya. Yah seperti kasus-kasus yang dulu, ketemu ini, itu, saya juga nggak tahu. Mudah-mudahan yang sekarang nggak ada lagi yah," ujarnya.
Apakah pelecehan atau pemerkosaan itu bisa berpotensi terjadi di lingkungan DPR? "Wah saya nggak tahu itu. Yah berita-berita di koran yah lah. Nonton tv lah," jawabnya

Jumat, 09 Maret 2012

3 Botol Wine DRC Seharga Mobil Ferrari!

Jakarta Wine identik dengan gaya hidup kelas atas. Maklum saja, harganya selangit. Contohnya, 3 botol wine berkualitas tinggi merek DRC harganya setara satu Ferrari 430 baru!

Soal harga selangit ini diceritakan oleh pakar wine Indonesia, Yohan Handoyo, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/12/2012).

Yohan menceritakan, Aubert de Villaine dari Domaine de la Romanee-Conti (DRC) – produsen wine termahal di dunia dari Burgundy, Prancis - suatu hari mengumpulkan para kolektor kelas kakap yang sangat sangat bangga dengan koleksi DRC Richebourg tahun 1947 mereka dan dengan nada prihatin menjelaskan bahwa pada tahun 1947 DRC Richebourg tidak diproduksi karena mereka sedang menanam ulang pohon anggur mereka.

"Jika saya salah satu dari kolektor itu, mungkin saya akan terkena serangan jantung mendadak karena sekarang ini harga 3 botol DRC ukurang Jeroboam harganya sama dengan satu Ferrari F430 baru!" ungkap Yohan.

Ferrari F430 adalah mobil sport besutan perusahaan otomotif Italia, Ferrari, yang keluar pada 2004-2009, yang harganya sekitar Rp 1,9 miliar.

Yohan juga menceritakan, pengadilan distrik New York malah baru-baru ini menyidangkan gugatan William I Koch, seorang miliarder asal Florida, yang murka karena yakin bahwa tiga botol wine milik Thomas Jefferson (presiden ketiga Amerika Serikat) yang dibelinya seharga lima miliar rupiah dari Hardy Rodenstock adalah wine palsu. Saking seriusnya ia menyiapkan gugatan ini, wine yang diyakininya palsu itu ia kirimkan ke para ilmuwan untuk dicek umurnya dengan teknologi carbon dating yang juga dipakai untuk menyelediki “kain kafan Yesus” (the shroud of Turin).

"Memang runyam nasib para wine lover saat ini. Setelah harus menghadapi resiko meminum wine rusak, wine yang sudah berubah menjadi cuka, dan harga wine yang menyebalkan, kini kita harus menghadapi risiko membeli wine yang palsu," tuturnya.

Terkait wine palsu, Yohan menjelaskan, ada dua modus pemalsuan. Pertama, penggunaan bahan-bahan tidak berkualitas oleh produsen. Kedua, memalsukan wine mahal yang langka, yang harganya setara dengan karya seni.
detik.com

 
free search engine submission